Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2015

Unggahan Terbaru

IIK, DAPAT LIEBSTER AWARD!

Gambar
Liebster award.
Memang tidak sekelas Tony, Emmy, atau Oscar...tapi karena award ini saya harus semedi. Demi memberikan jawaban paling nggak masuk akal.
Buat yang udah baik hati ngasih ini yaitu Jeng Agia di http://www.agiasaziya.com saya trenyuh. Saya sampai berdoa semoga besok gak dapet lagi hihihi...

Mari heningkan cipta. Biar selamet sebelum dan sesudah membaca rentetan mitraliur di bawah ini :
1.Kalo jadi tokoh antagonis di film, lo mau jadi siapa? Berikan alasannya.

FOOD PHOTOGRAPHY AMATIRAN : BERSENANG-SENANG DALAM KETERBATASAN

Gambar
Saya bukan pakar foto makanan. Saya hanya bersenang-senang. Semua dimulai ketika adik saya meminjami saya kamera poketnya—kamera Sony W 520 (kakak macam apa kamera saja dipinjami adiknya ahaha). Semula saya memotret apa saja. Sampai akhirnya saya belajar bahwa kamera saku mempunya keterbatasan. Kamera ini hanya bagus memotret dalam jarak satu meteran. Lebih dari itu kurang mantap Akhirnya saya beralih fokus memotret yang kecil-kecil dan berjarak dekat. Embun, rumput, kupu, kepik, belalang, buah, sampai makanan olahan Bapak saya. Seringkali saat Bapak memasak saya mengabadikannya. Dari situ saya jadi suka memotret makanan. 
Seperti yang saya ungkap dalam tulisanSi Dodol Belajar Fotografi, ya begitulah saya belajar. Dodol, konyol, banyak trial and error. Sampai sekarang. Meski pernah memenangkan lomba Food Photography-nya Blogfam, bukan berarti saya itu jagoan. Kalau ditanya kenapa menang saya akan....jeng, jeng...garuk-garuk jidat. Mungkin saya hanya luck.


TAK PUSING SOAL GEAR, TEKNIK, DA…

MATI MENCOBA JAUH LEBIH BERHARGA

Gambar
Saya tidak tahu sejak kapan tepatnya saya berani keluar dari zona nyaman dan memilih (dengan gila) keinginan hati untuk jadi penulis saja. Padahal menulis tidak menjanjikan apa-apa. Lebih sering nggak dapat uang daripada dapatnya. Lebih sering bikin dompet kosong daripada terisinya. Lebih sering bikin saya meringis karena pas mau beli bensin duitnya enggak ada hahahahaha...
Entahlah, seingat saya setelah membaca Seeking Day Light End-nya Peter O’Connor pikiran somplak itu muncul di kepala. Buku itu adalah Brainstorming bagi saya. Saya merasa apa yang dia bilang di buku itu ada benarnya. Saya harus mengejar impian saya. Saya tahu prosesnya bisa sangat melelahkan. Tapi saya harus melakukan. Lagipula saya sudah bosan duduk di kantor mendengar bos saya yang baik itu nyanyi lagu nina bobo (baca ngomel sambil ngamuk). Di matanya Bapak buah selalu benar. Daripada pusing kepala mending saya hengkang saja. 
Jadi saya memutuskan meloncat. Ibarat orang terjun, saya terjun bebas. Nggak pake parasut …

STOP DENGERIN KOMENTAR NEGATIF ORANG!

Gambar
Berkomentar, berpendapat, apapun namanya syah-syah saja. Tak ada yang melarangnya. Tetapi jika itu komentar itu negatif, rasanya kita harus berpikir ulang untuk mendengarnya. Percuma, itu takkan membawa kebaikan bagi kita. Sebaliknya komentar semacam itu justru membawa keburukan. 
lihat, saya bulet-bulet gimana gitu...
Semua dimulai ketika bobot saya naik banyak. Saat itulah orang-orang mulai berkomentar nyinyir saya gendutlah, kegemukanlah...FYI tinggi saya 150 cm (jinjit) dengan berat tubuh 50 kg (lewat banyak). Jadi bisa anda bayangkan betapa unyunya saya ini. Bulet-bulet gimana gitu...
Komentar pedas mereka tentu saja bikin merah telinga saya. Meski tidak menampakkan di muka tapi saya jelas kepikiran apa yang mereka ketakan. Ah, andai saya kurus pasti mereka nggak bakalan ngomong begitu, batin saya. Well, okelah saya mau melakukan sesuatu. Karena menurut pakar olahraga lari itu bisa membakar lemak yang cukup banyak, kenapa saya tidak melakukannya saja? Olahraga ini bisa dilakukan di…