Postingan

Menampilkan postingan dengan label Pernikahan

KETIKA JALAN KELUAR ITU BERNAMA PERCERAIAN

Gambar
Saya tidak tahu sejak kapan saya jadi pendengar bagi orang-orang. Saya bukan orang yang bijak, berilmu, dan pantas dimintai nasehat. Tetapi mungkin itu hadiah Tuhan. Saya jadi belajar banyak dari pengalaman orang-orang.
Dari sekian banyak hal yang membuat saya bersedih adalah mendengar kata perceraian. Mungkin saya akan baik-baik saja di depan si pencerita, tapi setelahnya saya bisa menangis berderai-derai tanpa tahu kenapa saya yang harus menangis bukannya dia. Terutama jika orang yang hendak bercerai punya anak, saya membayangkan jika saya berposisi sebagai anak mereka. Pasti saya akan sedih melihat dua orang yang saya cinta terpisah dengan alasan PERBEDAAN YANG TAK DAPAT DISATUKAN.
Diam-diam saya membayangkan saya menjadi mereka, jatuh cinta pada seseorang dan yakin benar untuk melangkah ke gerbang pelaminan bersamanya. Sebegitu gembiranya saya maka yanglupa untuk melakukan persiapan. Kalaupun ada, tak ubahnya persiapan layaknya orang yang pergi berwisata. Saya siapkan koper berisi p…

THE CONFESSION OF TUKANG DENGERIN CURHAT JILID 2 : KALAU NASI SUDAH JADI BUBUR

Gambar
Beberapa waktu lampau... Saya sudah lama tidak mendengar kasus apa-apa. Ibarat detektif, saya sedang rehat panjang. Tidak menerima kasus dari siapapun dalam kehidupan saya yang tenang. Tetapi ketika saya berpikir ketenangan itu akan bertahan lama saya salah. Satu ketika seorang teman datang dan mengabarkan ,”Kami sudah pisah...” Bah, pisah? Saya terbengong-bengong tidak paham.
Lalu sederetan penjelasan datang. Suaminya sudah menyatakan talak tiga. Pertengkaran yang terjadi beberapa waktu silam itu telah menghasilkan keputusan yang diluar dugaan—divorce! “Apa tidak bisa diperbaiki?” “I wish I could...Tapi dia sudah bilang begitu. Nggak bisa ditawar lagi.” “Apa masalahnya?” Saya berusaha bertanya dengan nada sedatar mungkin, seperti seorang pro. “Dia bilang bla...bla...bla...”
Dwengg! Ada beragam hal yang berkelebat di kepala saya mengapa pria itu (gegabah) mengambil keputusan demikian. Mungkinkah karenamerasa tertekan? FYI, sejak dia menikah dia memilih mengikuti istrinya. Dan