Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2016

MEMBALIKKAN PANDANGAN MENGENAI SINDROM DOWN LEWAT TULISAN LIZA FATHIA UNTUK WORLD DOWN SYNDROME DAY

Gambar
Adalah Cut Mad, lelaki jadi obyek tulisan Mbak Liza Fathia untuk memperingati World Down Syndrome Day 21 Maret setahun silam. Tidak seperti lelaki seusianya, tingkah Cut Mad tidak bisa dikatakan dewasa. Ia kerap bertingkah laku serupa kanak-kanak meski usianya lewat dua puluh tahun. Penyebabnya adalah kelainan genetik pada kromosom 21 yang berdampak pada keterbelakangan mental dan motorik Cut Mad. Lalu bagaimana cara mengetahuiapakah seseorang terkena sindrowm down atau tidak? Secara gamblang, penderita sindrom down seperti Cut Mad memiliki ciri yang khas. Kepala mengecil (microcephaly), hidung datar menyerupai orang Mongoloid, mulut kecil dan lidah yang menonjol, serta tubuh yang relatif pendek.
Persepsi Orang Terhadap Penyandang Sindrom Down Seperti yang dikatakan Mbak Liza, persepsi masyarakat terhadap penyandang down syndrome masih buruk. Orang-orang seperti Cut Mad kerap dipinggirkan. Sering jadi bahan olokan dengan menyebut mereka bodoh atau idiot, baik secara sembunyi atau terang…

MENSYUKURI KEKURANGAN ALA AFIFAH MAZAYA

Gambar
Tidak bisa dipungkiri, setiap manusia memiliki kekurangan dan kelebihan. Mensyukuri kelebihan secara umum jauh lebih mudah. Sebaliknya, mensyukuri kekurangan tak jarang menjadi hal tersusah. Kerap kali kekurangan itu membuat kita tidak nyaman. Ketika melihat orang lain terlihat lebih sempurna, hati memanas tanpa diminta. Terlebih ketika kita mulai membandingkan diri dengannya. Semakin lama membandingkan, semakin banyak kekurangan kita temukan. Akan tetapi bukannya bermuhasabah (evaluasi diri), kita kian terfokus pada kekurangan dan berujung pada kekurangsyukuran.
Lalu apa yang terjadi kemudian? Kita jadi mudah iri dan sakit hati. 
Ciri-cirinya bagaimana?Mudah saja. Jika kita sudah mengalami empat hal yaitu mudah tersinggung, susah bila melihat orang lain bahagia, kerap dendam, sering sekali mengeluh, dantak memiliki banyak teman. Jika dipikir, bagian terakhir soal tak memiliki banyak teman itu benar. Bagaimana mau memiliki teman jika sedikit-sedikit marah, dendam, gemar mengeluh, dan …

SURAT UNTUK JODOHKU DI MASA DEPAN

Gambar
Kepada Yth. Jodohku di Masa Depan Dimanapun berada
Assalamualaikum, Ketika menuliskan surat ini, saya ingin mengawali dengan kalimat ”Entah apa yang harus kutuangkan dalam secarik kertas ini. Goresan tinta indah sekalipun tak ada yang bisa mewakili...”. Tetapi, saya membatalkannya. Seharusnya saya menulis surat cinta dengan gaya saya, bukan mencontek dari orang lain yang membuatnya terlihat palsu dan mengada-ada. 

Karena itu saya memulai dengan cara sederhana, siapa saya. Saya orang biasa. Kepadamu saya tak bisa menawarkan apa-apa. Saya tidak cantik, kaya, bahkan pintar. Atau berakhlak mulia dengan pemahaman agama yang mendalam. Bahkan saya berencana menyodorkan berpuluh-puluh kekurangan dan keburukan saya saat engkau datang. Kenapa demikian? Bukankah harusnya saya menonjolkan kebaikan jika ingin mengesankan seseorang? Membuatnya terpesona dan akhirnya datang melamar. 
Saya bukan tak tahu soal itu. Sebagai mantan admin sales, saya tahu bahwa menonjolkan keunggulan suatu barang adalah takti…