Postingan

Menampilkan postingan dengan label Stop Upload Foto Korban Pembunuhan Atau Kecelakaan

Unggahan Terbaru

Pelajaran Gratisan Dari Mereka Yang Bersikap Tak Menyenangkan Saat Diberi Daging Kurban

Gambar
Hari raya Idhul Adha selalu membawa cerita tersendiri untuk masing-masing keluarga. Termasuk keluarga saya. Dulu sewaktu kecil, rumah kami jarang kebagian daging kurban. Sampai-sampai bertanya pada Bapak ,"Orang-orang dapat, kok kita nggak dapat, Pak? Kenapa?" Bapak menanggapinya dengan bijak. Mengatakan mungkin karena kami sudah dianggap mampu, jadi tidak mendapatkannya. Sebagai gantinya Bapak akan membeli daging sendiri, lalu dimasak gulai dan sate sebagi pelipur hati kami.
Tahun berlalu dan kami sudah dewasa. Perkara dapat atau tidaknya daging kurban sewaktu Idhul Adha tak membuat kami risau atau pusing kepala. Dapat syukur, tidak pun syukur. Toh, masih banyak orang yang lebih membutuhkannya. Begitu hemat kami.
Dan Idhul Adha tahun ini, rejeki melimpah bagi kami. Di luar dugaan kami mendapatkan daging kurban yang jumlahnya lumayan. Padahal tahun-tahun sebelumnya biasa saja. Dapat tetapi tidak sebanyak tahun ini. Tak semua dimasak, setelah dibuat satai dan bakso sisanya…

Stop Upload Foto Korban Pembunuhan Atau Kecelakaan, Itu Menyalahi Etika Dan Kemanusiaan

Gambar
Saya selalu melewati jika ada orang yang share gambar atau video kekerasan, korban pembunuhan, atau kecelakaan. Saya tidak jijik atau lemah hati, hanya tidak tega melihatnya. Untuk mengantisipasi hal yang sama, biasanya saya cukup unfollow atau hide postingannya di akun media sosial, daripada saya sebal jika ia mengunggah hal yang sama kemudian hari. Terlebih bagi mereka yang gemar membagikan hal semacam itu sebelumnya.
Akan tetapi, tindakan ini ternyata terkadang tidak cukup. Yang di media sosial sudah aman, di aplikasi percakapan malah terbuka lebar. Seperti beberapa waktu silam. Seorang kawan mengisahkan, sewaktu ramai berita pengeboman di Surabaya, seseorang dengan entengnya mengunggah gambar pelaku tanpa sensor. Dalam kondisi utuh saja rasanya tidak nyaman, apalagi jika tidak utuh lagi. Sontak semua kawannya mengingatkan. Tidak hanya dianggap norak, berbagi gambar semacam ini juga menunjukkan kurangnya etika si pengunggah.
Lain hari, masih di grup WhatsApp, ada kejadian serupa. Ses…