Postingan

Menampilkan postingan dengan label inspiratif

CERITA TENTANGNYA YANG DIAM-DIAM SUKA SEDEKAH PADA KUCING DAN BURUNG-BURUNG

Gambar
Beberapa waktu lalu saya sambang ke rumah teman lama. Sejak lulus kuliah saya tak pernah lagi bertemunya. Kebetulan kapan itu ada waktu saya menyempatkan diri mampir ke rumah setelah pulang jadi relawan pengajar di Kelas Inspirasi Pasuruan.Selama dua hari dua malam di sana bukan rumahnya, hidangannya, atau berapa luas tanah yang dimiliki dia dan keluarganya yang selama itu saya perhatikan. Akan tetapi, hal lain yaitu soal sedekah.
Paginya, waktu kami hendak makan, ia tak hanya sibuk menyiapkan makanan untuk saya dan keluarganya. Namun juga mahkluk Allah lainnya, kucing-kucing milik tetangga. Ia goreng pindang beberapa, lalu ditiriskan dan disiapkan di atas meja. Seraya menanti kucing-kucing itu tiba, ia persiapkan makanan di atas meja. Bukan di ruang makan letak mejanya, tetapi di halaman belakang yang berbatasan dengan saluran irigasi (kalen kata orang Jawa) serta sawah dan kebun sengon milik keluarganya. Setelah itu ia mengajak saya menikmati makanan pagi itu, seraya menatap bunga-bu…

SIKAPI KEGAGALAN SEBAGAIMANA NELAYAN BERJUANG MENDORONG PERAHU KE LAUTAN

Gambar
Kadang ada satu masa di mana kita merasa bosan dan putus asa. Terlebih ketika yang kita upayakan gagal di depan mata. Seperti yang saya alami hari itu, ketika mendatangi pantai Pecemengan untuk menikmati sore di sana. Saya nampak baik-baik saja di luar. Akan tetapi, di dalam saya tengah berkutat dengan perasaan tidak nyaman akibat kegagalan. Naskah novel yang saya kirimkan untuk lomba, gagal. Tidak masuk final. Naskah dua cerpen anak saya pun demikian.
Hal pertama yang saya lakukan usai membaca pengumuman lomba-lomba tersebut adalah kesal. Disusul dengan gerutuan ,"Tahu begini nggak usah ikut saja. Sudah susah-susah menulis, tak ada satu pun yang nyangkut juga."
Namun, Allah yang baik justru memberikan pelajaran gratisan dari dua orang nelayan tua yang berupaya mendorong perahunya ke tengah lautan di Pantai Pacemengan. Perahu itu jelas tidak ringan. Mendorongnya ke lautan, untuk kemudian digunakan berlayar mencari ikan, jelas butuh butuh kekuatan. Lalu bagaimana caranya agar …

Selalu Ada Cara Mengatasi Kesulitan, Asal Kita Tak Tinggal Diam

Gambar
Saya tercenung di depan komputer. Masalah command prompt yang beberapa waktu lalu terselesaikan kini muncul lagi. Meski tanda (x) sudah di klik comman prompt tetap muncul lagi dan lagi. Upaya menggunakan aplikasi RKill untuk membenahi masalah tersebut juga gagal. Si command prompt tetap bandeltidak mau pergi.
Di saat yang sama setiap kali membuka google chrome, selalu muncul Nineteducer.info. Nineteducer.info adalah pop-up ads yang selalu muncul bila kita membuka browser. Secara konstan kita akan diarahkan ke situs Nineteducer.info meski sudah menolaknya dengan cara klik tanda (x). Berulangkali, hal samalah yang terjadi. Wah, saya garuk-garuk kepala karena ini.
Masalahnya saya tidak punya teman yang bisa dimintai tolong untuk mengatasi hal ini. Jadi apa yang harus saya lakukan? Menanti adik saya pulang dan minta dia mengatasi problem tersebut atau mencari jalan keluar sendiri?Saya pilih opsi kedua karena jika memilih opsi pertama akan terlalu lama. Adik saya yang paham soal IT bekerja di…

Bepergian Sendiri Mengajari Saya Memahami Arti Kalimat "Berbaik Sangka Pada-Nya"

Gambar
Saya memang bukan petualang. Saya tak paham adventure atau segala macam. Terlebih saya itu anak rumahan. Kata adik bungsu saya itu kalah jauh mainnya sama ayam. Iya memang benar. Saya hampir tidak pernah keluar karena dulu acap merasa tidak nyaman. Takut bila nanti di jalan kenapa-napa, padahal berangkat saja belum. Padahal yang dituju hanya seputar kabupaten sendiri.
Sekarang sebaliknya. Orang-orang sering heran karena saya pergi sendirian mengunjungi berbagai tempat wisata yang bejibun di kabupaten saya tinggal, Banyuwangi. Tidak beramai-ramai dengan lainnya. Padahal acapkali saya tidak paham betul tempat yang saya tuju meskipunHanya mengandalkan google map dan info-info yang saya dapat dari browsing, saya biasanya menetapkan hendak menuju kemana. Tanpa perlu mengajak si ini atau si itu.
Entahlah, menurut saya pergi sendirian itu jauh lebih nyaman ketimbang bareng teman. Bukannya bareng-bareng tidak menyenangkan, akan tetapi ada hal-hal yang bisa jadi kurang pas dengan gaya saya jala…

Memahami Kenapa Dia Memilih Bertahan dan Bukannya Bercerai

Gambar
Sebagai tukang dicurhatin, saya terbiasa mendengar beragam topik pembicaraan. Mulai dari anak pilek, sengkring-sengkring usai sectio caesarea, sampai masalah rumah tangga yang bikin mulas pendengarnya. Widiiih, untuk ukuran nona-nona yang tidak pengalaman soal rumah tangga (tangga rumah sih paham ya) itu perkara yang berat juga. Gara-gara itu pula banyak orang “nuduh” saya belum menikah itu karena jiper dengar banyak orang curhat masalah rumah tangga. Lha gimana, wong masalah rumah tangga itu biasanya pelik bin ruwet jaya. Tapi, swear deh kakak, saya belum menikah hanya karena belum saja. Ya, seperti rejeki dan mati begitu pun jodoh. Meski saya sudah menjolok langit dengan doa, alhamdulillah masih diberi kesendirian hingga sekarang (ihiiir...).
Eits, back to topic...Soal curhat rumah tangga. Saya pernah dapat curhatan teman yang mengalami KDRT. Semua orang bilang dia goblok karena tak mau meninggalkan suaminya. Masa, pria macam itu kok dipelihara. Yang ada cuma bikin sakit dada dan sak…

ISL (INSPIRASI SEKOLAH LITERASI BANYUWANGI) BATCH 3 : GERAKAN KECIL YANG MENGESANKAN

Gambar
Beberapa tahun lalu seorang karib saya, Dee, mengajak saya untuk mengumpulkan teman dan memberi inspirasi ke sekolah-sekolah. Mereka akan menceritakan profesinya sendiri-sendiri, berharap itu bisa menjadikan anak-anak yang kami temui bercita-cita setinggi mungkin. Waktu itu saya menolak. Dengan gamblang saya mengatakan bahwa apa yang dia lakukan itu tak semudah membalik telapak tangan. Mengumpulkan dan meminta mereka meluangkan waktu di hari kerja bukan perkara gampang. Yang paling penting adalah perijinan. Saya jenis manusia spontan, paling malas kalau harus menghadapi birokrasi macam-macam. Padahal kalau sudah berurusan dengan pihak sekolah banyak yang harus dilakukan. Harus ke UPTD, harus ke sekolah, dan ngurus segala tetek bengek lain demi menyukseskan acara. Apalagi kami tinggal di kota yang berbeda. Dia dimana, saya dimana. Dia juga tak selalu pulang setiap pekan. Ini ngaturnya gimana? Kalau ada yang bikin acara seperti itu dan saya tinggal nyemplung tanpa repot jadi panitia ya …

AKHIRNYA SAYA PILIH IBU DAN BUKAN PEKERJAAN

Gambar
Agustus, 2014. Tak ada yang lebih menyenangkan bagi seorang yang tengah dilanda “kekeringan” ketimbang tawaran pekerjaan. Maklumlah sebagai penulis saya memang masih taraf belajar. Tulisan saya belum banyak yang tembus ke media. Beberapa kali jadi finalis atau menang lomba nulis, tak berarti saya mumpuni. Maka tak heran jika hasil dari menulis jauh dari harapan. Tak bisa dijadikan pegangan. Maka wajar jika saya bergembira ketika karib saya, Endang, mengatakan ada lowongan pekerjaan. Meski pun profesi yang ditawarkan jauh sekali dari ilmu yang saya pelajari semasa kuliah dulu yaitu jadi guru SD di sebuah sekolah swasta baru. “Siapa tahu, Fin. Kenapa tidak dicoba? Nggak apa-apa meski kamu lulusan Faperta.” Pertanyaannya kemudian ”Apa saya mampu? Mengajar tak sekedar mencari uang, didalamnya ada tanggung jawab besar. Apalagi saya tak memiliki ilmu mengajar”. Seolah tahu apa yang saya pikirkan, Endang, sahabat saya itu berkata ,”Coba saja. Tak ada salahnya. Yuk aku antar ke tempat Mbak Sita (…

MENGAJI KEMBALI DI USIA KE-28, ITU PENGALAMAN TAK TERLUPAKAN

Gambar
DITEGUR TUHAN Merasa cukup dengan pengetahuan agama, saya tidak merasa perlu untuk menambahnya. Sampai satu hari saya ditegur Tuhan lewat peristiwa kecil yang berefek besar. Sore itu saya mendengar kumandang adzan dari surau kecil di timur kantor kepolisian. Sang muadzin sudah tua, terdengar jelas dari suaranya. Tetapi, bukan itu yang jadi pangkal kejengkelan melainkan kekukuhannya mengumandangkan adzan meski tahu suaranya tak memenuhi syarat—buruk, gemetar, napasnya pendek, dan nadanya asal. Parahnya lagi panjang-pendek yang harus diperhatikan dalam adzan diterjangnya habis-habisan. Kentara bila sang muadzin tak paham tajwid dengan benar. ”Ck, muadzin tak becus tajwid begitu disuruh maju. Yang lainnya memang gak ada? Yang muda-muda, yang paham cara ber-adzan kan ada?!” gerutu saya. Di detik itu juga, Allah mengusik hati kecil saya dan membuatnya bertanya ,”Bagaimana jika anak muda yang kau maksudkan tidak ada? Atau kalaupun ada mereka tidak mau mengambil alih tugas itu dan memilih menj…

ALEXA RANK SUKSES BIKIN SAYA BERTANYA ,”BERAPA ALLAH RANK SAYA?”

Gambar
GENDUTNYA ALEXA RANK SAYA Saya iseng melongok Alexa, salah satu situs yang mengulas peringkat blog-blog di seluruh dunia. Peringkat saya menyentuh angka 5 juta sekian atau tepatnya 5.216.047.
Pertanyaannya ,”Kecewakan saya?” Ah, tidak.
Aih, masa peringkatnya segendut itu tidak kecewa? Bukankah bagi para blogger peringkat ramping itu lebih utama?
Buat blogger seperti saya, peringkat segitu sudah hebat. Bagaimana tidak? Saya bisa tergolong blogger yang pas-pasan. Maklum, saya penulis yang sedang berlari mengejar cita-cita. Uang saya belum lega, saya harus pintar-pintar mengatur agar cukup setiap bulannya. Biar tidak makan banyak bea untuk online, saya lupakan niatan beli modem sekaligus paket internetnya dan memilih menggunakan wifi di taman. Itu pun tidak bisa setiap saat, paling sepekan satu-dua kali. Tetapi, semenjak beberapa bulan ini wifi sulit diharapkan. Sulit konek dan kerap hilang sinyal. Jadi saya terpaksa ngengsot ke warnet agar bisa kirim artikel, cerpen, atau apapun karya tulis …