Postingan

Menampilkan postingan dengan label Lancar Bahasa Inggris Lisan dan Tulisan

Unggahan Terbaru

Pelajaran Gratisan Dari Mereka Yang Bersikap Tak Menyenangkan Saat Diberi Daging Kurban

Gambar
Hari raya Idhul Adha selalu membawa cerita tersendiri untuk masing-masing keluarga. Termasuk keluarga saya. Dulu sewaktu kecil, rumah kami jarang kebagian daging kurban. Sampai-sampai bertanya pada Bapak ,"Orang-orang dapat, kok kita nggak dapat, Pak? Kenapa?" Bapak menanggapinya dengan bijak. Mengatakan mungkin karena kami sudah dianggap mampu, jadi tidak mendapatkannya. Sebagai gantinya Bapak akan membeli daging sendiri, lalu dimasak gulai dan sate sebagi pelipur hati kami.
Tahun berlalu dan kami sudah dewasa. Perkara dapat atau tidaknya daging kurban sewaktu Idhul Adha tak membuat kami risau atau pusing kepala. Dapat syukur, tidak pun syukur. Toh, masih banyak orang yang lebih membutuhkannya. Begitu hemat kami.
Dan Idhul Adha tahun ini, rejeki melimpah bagi kami. Di luar dugaan kami mendapatkan daging kurban yang jumlahnya lumayan. Padahal tahun-tahun sebelumnya biasa saja. Dapat tetapi tidak sebanyak tahun ini. Tak semua dimasak, setelah dibuat satai dan bakso sisanya…

Lancar Bahasa Inggris Lisan dan Tulisan #Resolusiku2017

Gambar
Sebagai penulis saya bersyukur memiliki kemampuan berbahasa lebih. Tak hanya satu tapi lima bahasa sekaligus—bahasa Indonesia, bahasa Jawa, bahasa kalbu, bahasa tubuh, dan bahasa tarzan (pakai tangan, kaki, atau sembarang pokoknya you paham). Kedua bahasa yang pertama membuat komunikasi dengan orang berjalan lancar. Saya tak dituduh alien karena gagal paham bahasa apa yang mereka gunakan. Setidaknya dengan tetangga sebelah saya. Bahasa ketiga, bahasa kalbu, yang paham tidak sembarang orang. Harus yang mumpuni untuk memahami apa yang saya pikirkan. Dan ternyata yang mumpuni membaca kalbu saya tak lain adalah saya sendiri. Lha buktinya, meski saya sudah njureng-njureng (njureng itu apa ya bahasa Indonesianya, ah...iya muka serius, alis kenceng) menyiarkan bahwa dompet saya dalam titik nadir tidak ada yang mampu menangkapnya *hwahahaha. Jadi, ya sudahlah. Saya harus terimakalau bahasa kalbu itu tidak pas untuk komunikasi masal. Terlebih karena kebanyakan orang bukan cenayang yang mampu me…