Tampilkan postingan dengan label doa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label doa. Tampilkan semua postingan

16 Agustus 2013

KOK TUHAN NGGAK DATANG?



Satu ketika, dengan masygul saya bertanya ,”Kok Tuhan nggak datang-datang ya? Padahal saya sudah manggil Dia, sampai bikin telinga orang-orang pekak karena teriakan saya. Tapi Ia nggak muncul juga, padahal saya tengah merana. Dilanda kesulitan tingkat dewa.”
Tanah di bawah kaki saya tertawa. Tanyanya ,”Lha iya, memangnya kamu suka nyamperin dia apa?”
 “Heheh, ndak juga.”
“Lha itu, dia...Kamu nggak suka nyamperin, kok ngarep Dia datang itu gimana?”
Saya tersenyum kecut padanya. ”Lha aku kan sibuk to. Banyak kerjaan yang harus diselesaikan. Makan aja harus disambil pacaran...dengan komputer maksudnya,” alasan saya seraya nyengir kuda.
Tanah tersenyum lebar. Balasannya bikin saya diam ,”Kalau situ saja tak punya waktu barang semenit ketemu Tuhan, kenapa situ mengharap Tuhan datang waktu situ kesulitan?”
Dar! Saya seperti dilempar petasan. Kaget dan tidak bisa membalas apa yang dia bilang.
Tiga bulan kemudian saya muncul kembali  dengan keluhan yang sama. Kenapa Tuhan tidak datang-datang memenuhi panggilan saya. Kali ini rumput berhias embun sebening kristal teman saya bicara.


“Lha iya, kata tanah Tuhan akan datang kalau saya memenuhi panggilannya? Tapi kok ini enggak ya? Padahal saya datang lima kali sehari sesuai permintaannya. Lengkap, bahkan terkadang saya tambah ibadah sunnah segala,” kata saya sambil mengelus jidat saya.

22 Juli 2013

REFRESH YOUR LIFE



Kadang-kadang hidup terasa suram. Cahaya-cahaya yang berlompatan tidak membantumu mendapatkan terang. Malah menusuk mata dan semakin memusingkan.


Jika begitu buka saja jendelamu dan lihatlah pemandangan di luar. Jangan tutup lagi agar udara segar bisa masuk ke dalam. Menggantikan udara lama yang menyesakkan.


Bila perlu beranjaklah keluar. Temukan hal-hal menyenangkan. Mungkin memandangi sawah dan gunung yang tampak mengecil dari kejauhan bisa menenangkan. 



Boleh juga kau berlari menuju padang ilalang. Melebarkan tangan sementara angin berhembus kencang.



Atau berhentilah di satu saung. Rasakan jeruk yang asam, manis, segar.  Mengganti kepahitan lidah yang terlalu banyak menggerutu dan mengumpati banyak hal.




Jika sudah mari kita pulang, dan biarkan harapan tumbuh laksana jamur di musim hujan dilambari doa-doa yang berhamburan menembus awan-awan muram.