Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2016

Unggahan Terbaru

12 Langkah Mudah Membuat Digital Signature Transparant Menggunakan Adobe Photoshop

Gambar
Bagi mereka yang kerap ikut lomba nulis, pasti sudah tahu beberapa lomba memberikan syarat agar pesertanya mengisi form lomba atau form keaslian naskah yang harus dikuatkan dengan tanda tangan kita. Begitu juga saat mengirim lamaran pekerjaan via email. Baik cover letter (surat lamaran kerja) dan CV (curriculum vitae) harus dibubuhi tanda tangan.
Cara paling umum biasanya adalah print dokumen atau form lomba, lalu dibubuhi tanda tangan, di-scan, baru kemudian dikirim via email.Cara lainnya, bisa juga dilakukan dengan scan tanda tangan, kemudian hasil scan disisipkan dalam dokumen tersebut. Tapi, tentu saja tidak seperti tanda tangan asli. Seperti contoh di bawah ini. 

TANTANGAN DAN UPAYA PEMERINTAH UNTUK MENAIKKAN KEMILAU PERNIAGAAN INDONESIAN SOUTH SEA PEARL

Gambar
Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan dengan luas lautan mencapai dua pertiga luas daratan. Tak heran bila kemudian Indonesia dikenal sebagai negara dengan potensi kelautan yang besar—baik sumber daya alam, potensi wisata, hingga kekayaan biota lautnya. Akan tetapi, baru sedikit yang dieksplor dan dimanfaatkan. Sehingga belum bisa memberikan kontribusi tinggi pada kesejahtaraan dan kemakmuran rakyat Indonesia. Salah satu contoh nyatanya adalah mutiara laut selatan atau disebut juga sebagai Indonesian South Sea Pearl (ISSP). Dikutip dari situs Worlds Richest Countries, Indonesia hanya menyuplai sebesar 2% kebutuhan dunia atau menduduki peringkat sembilan dari sepuluh negara terbesar pengekspor mutiara. Berbanding terbalik dengan kenyataan di lapangan bahwa Indonesia merupakan penghasil mutiara laut selatan terbesar. Dari total produksi sebesar 12 ton per tahun, 55% lebih berasal Indonesia. Sementara sisanya berasal dari Australia, Filipina, dan Myanmar. 
Tantangan YangDihadapi Pemer…

MENGAJI KEMBALI DI USIA KE-28, ITU PENGALAMAN TAK TERLUPAKAN

Gambar
DITEGUR TUHAN Merasa cukup dengan pengetahuan agama, saya tidak merasa perlu untuk menambahnya. Sampai satu hari saya ditegur Tuhan lewat peristiwa kecil yang berefek besar. Sore itu saya mendengar kumandang adzan dari surau kecil di timur kantor kepolisian. Sang muadzin sudah tua, terdengar jelas dari suaranya. Tetapi, bukan itu yang jadi pangkal kejengkelan melainkan kekukuhannya mengumandangkan adzan meski tahu suaranya tak memenuhi syarat—buruk, gemetar, napasnya pendek, dan nadanya asal. Parahnya lagi panjang-pendek yang harus diperhatikan dalam adzan diterjangnya habis-habisan. Kentara bila sang muadzin tak paham tajwid dengan benar. ”Ck, muadzin tak becus tajwid begitu disuruh maju. Yang lainnya memang gak ada? Yang muda-muda, yang paham cara ber-adzan kan ada?!” gerutu saya. Di detik itu juga, Allah mengusik hati kecil saya dan membuatnya bertanya ,”Bagaimana jika anak muda yang kau maksudkan tidak ada? Atau kalaupun ada mereka tidak mau mengambil alih tugas itu dan memilih menj…

MENGGERUTUI HUJAN

Gambar
Benar-benar tidak diharapkan. Saat lagi orang butuh jalan, mengirim naskah yang super penting, eh dianya malah turun sembarangan. Mak bress! Tidak pakai kode atau sinyal. Haduuh, kalau begitu bagaimana caranya sampai di warnet tanpa kebasahan? Ha, mbok ya nanti saja kalau sudah selesai urusan. Atau nanti saja waktu malam, sehingga saya bisa nyenyak tidur. Begitu kata saya ketika menggerutui hujan. Hujan yang sebenarnya merupakan keberkahan. Hingga kaum muslim kerap dianjurkan untuk berdoa di kala hujan tengah turun. 
Tetapi, Allah yang baik itu justru mengirimkan hadiah sebagai balasan atas gerutuan saya. Saya diberikan kesempatan melawat bumi lain yang tak pernah saya bayangkan, hadiah menang Gramedia Blogger Competition Juli silam. Saya diterbangkan ke Belu via Jakarta dan mengikuti rangkaian acara “Festival Membaca Belu” yang diadakan oleh Save The Children dalam rangka Hari Anak Nasional tgl 23 Juli 2016. Menyenangkan! Sampai kemudian pesawat yang saya tumpangi sampai di atas langi…

MEMELIHARA IRI TAK UBAHNYA MEMELIHARA SAKIT GIGI (SEBUAH CATATAN BLOGGER YANG PERNAH DILAMURI IRI)

Gambar
23 Agustus 2015 rupanya saya pernah menuliskan soal ini di dalam catatan saya, ketika hati dilamuri iri melihat prestasi blogger tetangga. Apakah Anda tengah mengalaminya juga? Siapa tahu ini bisa jadi bahan renungan bersama.
Agustusan nggak ikut lomba apa-apa tapi dapat door prize itu ya saya. Nggak nanggung-nanggung, sekalinya dapat door prize rasanya juara. Nyut-nyutan sampai susah tidur malam. Apaan tuh? Sakit gigi. Fyuuh, sakit yang satu ini bikin apapun jadi terasa salah. Berdiri salah, miring salah, tidur salah, duduk salah, lapar mau makan ya salah, minum kelewat dingin salah. Wis lah! Pokoknya serba salah. Apalagi begitu melihat timeline seliweran berita-berita bahagia. Blogger anu menang lomba, hadiahnya tujuh juta. Blogger lain dapat pemberitahuan kalau duit dari adsense sudah bisa dicairkan. Blogger yang ono lagi-lagi dapat job review. Belum lagi yang cerita kalau page rank-nya ramping, pengunjungnya sejagad raya, dan lain sebagainya. Waduh...bikin hati tambah merana. Lebih…

Koleksi Buku dan Secarik Kisah Dibalik Itu

Gambar
Jika dihitung-hitung buku yang saya kumpulkan sudah mencapai menembus angka dua ratus lebih sekarang. Dari mulai cergam sampai buku agama, dari buku motivasi sampai novel sastra. Ada yang beli, ada juga yang hasil menang lomba. Memang masih tergolong sedikit bila dibanding kolektor lain, tetapi di balik itu ada kisah menarik mewarnainya.

Seperti kisah buku berjudul “Sepuluh Tjerita Anak-Anak” ini. Buku tersebut adalah salah satu buku paling tua yang saya miliki. Terbit tahun 69-an dan masih mengunakan ejaan lama. Saya menemukannya di warung Buyut semasa duduk di bangkus SD. Buku itu tergeletak mengenaskan, kertasnya sudah kecoklatan, sampulnya robek, dan siap dijadikan bungkus bahan belanjaan. Diam-diam saya menyelamatkannya dan menyimpannya di rumah.

JOB VACANCY : WAHID FOUNDATION THE WAHID INSTITUTE

Buat teman-teman yang tertarik  bekerja di NGO, berikut ini ada lowongan pekerjaan sebagai Deputy Project Manager di Wahid Foundation (The Wahid Institute) :
Wahid Foundation, formerly known as The Wahid Institute, who strive for a just and peaceful world has become one of the leading voices espousing moderate and tolerant views of Islam in Southeast Asia. In line with our new project, to enhance the capacity of Civil Society/Muslim progressive in preventing and responding  towards violence extremism and Foreign Terrorist Fighters (FTF), we are currently looking for professional candidates to fill in position as below:
Deputy Project Manager Qualifications: Minimum graduated with Bachelor degree (in any major), preferable Master degree
Min have 3 years work experience as Deputy Project Manager
Detail oriented and able to meet deadline
Well developed interpersonal skill and analytical skill
Job Description: 1. Create a detailed work plan, schedule for project completion, review the pr…

15 LANGKAH KEMBALIKAN BLOG POST YANG TERHAPUS

Gambar
Beberapa bulan lalu, kamis tanggal 11 Februari 2016, bencana datang untuk saya. Blog post yang saya ikutkan lomba Acer Liquid Z320 terhapus tanpa sengaja.Padahal tanggal itu masih tahap penjurian. Duh, sial! Batin saya kesal. Tapi, apa mau dikata? Nasi sudah jadi bubur, ketimbang menyesal lebih baik kan mencari jalan keluar. Ya’kan?
Lalu bagaimana caranya mengembalikan blog post yang sudah hilang itu? Berikut ini 15 langkah kembalikan blog post yang terhapus : 1.Ketik judul artikel (blog post) yang terhapus di Google Lakukan sesegera mungkin sebelum cache-nya tidak dapat di akses. Contoh: “GADGET YANG MEMAHAMI KEBUTUHAN ANAK DAN ORANG TUA,ACER LIQUID Z320JAWABNYA! Arahkan kursos ke arah kanan, lalu klik tanda panah berikut ini, pilih opsi cache.

Klik opsi tersebut, nanti akan muncul tampilan seperti berikut ini :