Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2016

Unggahan Terbaru

GADGET YANG MEMAHAMI KEBUTUHAN ANAK DAN ORANG TUA, ACER LIQUID Z320 JAWABNYA!

Gambar
Tak dipungkiri penggunaan internet meningkat pesat akhir-akhir ini. Maret 2015 Liputan 6 melansir bahwa menurut APJII (Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia) di tahun 2014 pengguna internet di Indonesia mencapai 88,1 juta. Termasuk di dalamnya remaja dan anak-anak. Unicef Indonesia bahkan melaporkan bahwa sebagian besar anak-anak dan remaja rutin menggunakan internet untuk menggali informasi, terhubung dengan teman (lama atau baru), sekaligus menjadikannya sarana hiburan yang menyenangkan. Perangkat canggih seperti smartphone rupanya memegang peranan penting dalam rutinitas tersebut. Belakangan tak hanya anak-anak atau remaja, balita pun sudah mulai mengakrabi smartphone. Seperti yang terjadi pada Kenzo, keponakan saya. Meski belum paham benar apa fungsi sebenarnya, tetapi sepertinya bocah tiga tahun itu mulai memahami salah satu fungsinya yaitu untuk berkomunikasi. Terbukti ketika ada telepon masuk ia akan mengangkat sendiri dan “say hello” atau memberikan kepada orang tuanya jika…

BUKU : CANDU YANG HARUS DIPELIHARA DAN DISEBARKAN KEMANA SAJA

Gambar
Saya yakin anda sekalian akan terkejut jika mengetahui saya adalah pecandu. Sedari kecil saya dicekoki barang-barang aditif itu. Dan pihak yang paling bertanggung jawab adalah orang tua saya. Merekalah yang menjerumuskan saya jadi pecandu. Apakah saya menyesalinya? Tidak. Saya justru bangga. Apakah saya perlu direhab? Sebaliknya. Jika sampai ada yang mengusulkan hal itu saya akan menolaknya. Bagaimana bisa? Sebab jenis kecanduan yang saya derita justru harus dipelihara. Bila perlu disebarkan kemana saja. Mau tahu saya kecanduan apa? Kecanduan buku!

Dimulai di Usia Yang sangat Muda Sejak usia dini orang tua saya sudah mengenalkan dengan buku bacaan. Untuk anak yang belum bisa membaca pilihan ibu saya tidak biasa. Saya tidak diberi buku bergambar tetapi buku seri pengetahuan binatang. Tentu saja saya tidak paham. Yang saya lakukan hanya membolak-balik halaman-halamannya yang dihiasi foto menarik hewan-hewan. Dan inilah yang kemudian mempengaruhi minat baca saya ke depan.

DELAPAN PERMAINAN TRADISIONAL YANG GAUNGNYA HILANG DI ERA DIGITAL

Gambar
Masa sudah berganti. Permainan tradisional yang dulu saya kenal gaungnya sudah mulai menghilang kini. Kegembiraan bocah memainkan permainan anak seperti jaman saya kecil dulu sulit ditemukan. Ketimbang keluar rumah dan bermain di bawah hangatnya matahari, kanak-kanak di era digital lebih mengakrabi permainan yang disajikan lewat komputer, tablet, atau ponsel pintar. Jika terus demikian, maka tak heran bila kemudian permainan tradisional tinggal kenangan. Sayang bukan? Padahal permainan tradisional banyak memberikan manfaat positif seperti : 1.Belajar mencoba hal-hal yang berbau kekuatan dan kecakapan Yang tergolong dalam permainan jenis ini adalah gobak sodor, enthik, bentengan. Tak hanya butuh kekuatan tubuh tetapi jugakecakapan dan strategi agar seseorang bisa memenangkan permainan. 2.Melatih panca indra Contohnya : gatheng, dakon, layangan, delikan (petak umpet), kelereng, dampar. Dengan permainan ini anak diajak meraba, memperkirakan jarak, melatih indra penglihatan dan pendengaran se…

AH, TERNYATA KITA LEBIH PANDAI MENCELA...

Gambar
Tahun ’98 ketika para mahasiswa demo menuntut Presiden Suharto dilengserkan, saya bertepuk tangan. Saya senang betul melihat akhirnya ia turun tahta. Tentu saja tak lupa membubuhinya dengan komentar paling pedas yang saya bisa. Lalu seseorang berkata ,”Jangan terlalu...” “Memangnya kenapa? Orang seperti dia pantas menerima hujatan. Sudah lama dia membuat kita sengsara.” “Memang benar, tetapi diantara itu pasti ada saja sisi baik yang akan dikenang.” Saya mencebik tidak percaya. Mana mungkin orang seburuk itu punya sisik baik, pikir saya sambil terus menonton riuhnya demo mahasiswa via televisi. Lalu Presiden benar-benar tumbang. Harapan saya semoga setelah ini Indonesia berjaya dan gilang-gemilang.
Ekspektasi saya berlebihan. Tahun berlalu, pemimpin berganti, Indonesia masih segini-gini aja. Tak satu pun dari mereka yang bisa membawa Indonesia bersinar, pikir saya kecewa.Rupanya tidak hanya saya yang kecewa, orang lain juga sama. Secara random ada saja diantara mereka yang ternyata merindu…