Postingan

Menampilkan postingan dengan label baseball legend

Unggahan Terbaru

Pelajaran Gratisan Dari Mereka Yang Bersikap Tak Menyenangkan Saat Diberi Daging Kurban

Gambar
Hari raya Idhul Adha selalu membawa cerita tersendiri untuk masing-masing keluarga. Termasuk keluarga saya. Dulu sewaktu kecil, rumah kami jarang kebagian daging kurban. Sampai-sampai bertanya pada Bapak ,"Orang-orang dapat, kok kita nggak dapat, Pak? Kenapa?" Bapak menanggapinya dengan bijak. Mengatakan mungkin karena kami sudah dianggap mampu, jadi tidak mendapatkannya. Sebagai gantinya Bapak akan membeli daging sendiri, lalu dimasak gulai dan sate sebagi pelipur hati kami.
Tahun berlalu dan kami sudah dewasa. Perkara dapat atau tidaknya daging kurban sewaktu Idhul Adha tak membuat kami risau atau pusing kepala. Dapat syukur, tidak pun syukur. Toh, masih banyak orang yang lebih membutuhkannya. Begitu hemat kami.
Dan Idhul Adha tahun ini, rejeki melimpah bagi kami. Di luar dugaan kami mendapatkan daging kurban yang jumlahnya lumayan. Padahal tahun-tahun sebelumnya biasa saja. Dapat tetapi tidak sebanyak tahun ini. Tak semua dimasak, setelah dibuat satai dan bakso sisanya…

42 : COULD YOU HANDLE YOUR EMOTION?

Gambar
Theatrical release poster for  film "42" source : http://www.truebluela.com/2013/2/8/3968928/42-movie-poster
Judul Film    : 42
Genre          : Drama
Sutradara    : Brian Helgeland
Negara       : Amerika
Tahun edar  : 2013
Pemeran     : Chadwick Boseman, Harrison Ford, Nicole Beharie
Durasi        : 128 menit

Menilik judulnya sepertinya tak ada yang istimewa. Tapi sesungguhnya film ini layak jadi tontonan oleh anda-anda semua, rekan penulis yang tercinta. Yang pemula atau yang kawakan. Yang bersedih karena berbagai penolakan, yang berduka karena cemoohan. Karena dalam film ini ada sebuah pesan yang penting yang mengesankan. Apakah itu?

Let’s follow me, guys...

Kisah dimulai ketika General Manager Brooklyn Dodgers, Branch Rickey mengutarakan niatnya mencari pemuda kulit hitam untuk menjadi anggota tim bisbol tersebut. Semua menentang keinginannya. Wajar mengingat pada masa itu tak ada orang kulit putih yang bersedia main satu liga dengan pria kulit hitam. Tetapi Branch Ric…