Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2011

Unggahan Terbaru

TENTANG CINTA

Gambar
Apa kau mengerti? Cinta bukan lagi tentangku saja Tapi juga tentang bunga kecil yang kubawa kemana aku berada
Jika engkau berkenan hadir memenuhi ceruk jiwaku Aku akan bertanya kepadamu Sanggupkah kau merawat bunga kecil itu seolah bunga yang kau tanam sejak muda ditamanmu? Lakukan jika memang kau sanggup dengan syaratku Hanya harus kau sadari meraih hati bunga kecil itu tak semudah membuka pintu rumahku Ia tahu dan merasa perempuan mana yang layak dicintanya Tempat ia rela dan bersedia mempercayakan hatinya

inspired by Sasha and her daddy's image

SEMAKIN KITA MENGENAL SESEORANG

Gambar
Semakin kita mengenal seseorang Semakin kita mengetahui banyak kesalahan Sesungguhnya itulah bentuk teguran Betapa kesempurnaan hanya milik Tuhan Manusia tak ubahnya seonggok debu di lautan
Semakin dalam kita memasuki hati seseorang Semakin kita dikenalkan pada sisi-sisi kelam Sesungguhnya pula itu pelajaran Betapa manusia itu gudangnya kesalahan
Seorang guru pernah berkata padaku ,”Jangan terlalu jika kau mencintai sesuatu, begitu pula bila kau membenci sesuatu. Siapa tahu yang kau cinta itu satu ketika menyakitimu, sebaliknya yang kau benci justru membawa manfaat bagimu.”
Dan aku belum mampu melakukan itu Hati manusiaku memiliki kecenderungan “terlalu” Maka ketika kisah demi kisah dihamparkan padaku Aku termangu ‘Tak salah apa yang guru itu katakan padaku,” gumamku
Maka aku kembalikan semua kepadamu, Tuhanku Bukankah setiap lekuk kisahmu itu serangkaian pelajaran? Agar semakin bijak aku menyikapi kehidupan Menyadari padaku tersimpul banyak kekurangan
Lalu pantaskah aku menepuk da…

CHANGING

Gambar
Sejak sepertiga malam hingga subuh menjelang Kudengarmu bicara panjang Tentang dia, hatimu, dan sekelumit keresahan
Belum pernah kau begini, kawan Sepertinya ia telah mampu “menundukkan” hatimu yang liar Aku tak tahu apakah ia rumah tempatmu pulang Hanya kedengarannya ia merubahmu besar-besaran
Berapa lama kita berteman? Baru kali ini kau dibuat kelimpungan oleh mahkluk berjenis perempuan Sebelumnya kaumku-lah yang blingsatan, menadahi manis tuturmu yang melambungkan angan Duhai kemana larinya pria itu? Perayu yang ulung menaik turunkan kalbu (Mau tak mau aku tergelak lucu tiap kali celotehmu merasuki telingaku)
Perasaan-perasaan lawan jenis yang dulu kau abaikan Kini berbalik menyerang dan menyusupkan segenap kekhawatiran Cemburu itu, getir itu, sedih itu Menggelenyar di laju harimu Menguakkan satu fakta baru Karang hati sang petualang telah luluh olehnya—perempuan serupa tetes hujan yang menjatuhi kalbumu dengan ketepatan Tanpa sadar ia telah mengetukmu dengan caranya Menjumpalitka…

UNGKAP RASAMU

Gambar
Keterbiasaan membuat kita kehilangan Ketika satu titik tidak kelihatan rasanya ada yang kurang Apakah kau merasa demikian? Bisa ya, bisa tidak
Jika kau  lebih suka memendam perasaanmu dalam-dalam Pastilah enggan menunjukkan kejujuran Naif, bersembunyi di baliik kalimat ,”Tak ada dia, aku baik-baik saja.” Alih-alih hampa dan malu mengungkap rasa
Maka tunggu Dan berharaplah ia mengerti Sesungguhnya kau ingin dia ada disini
Berharaplah terus dan jangan bergerak Gunakan telepati (yang kau tidak punyai) Agar aku bisa mengatakan ,”Kau itu bodoh sekali!”
Ayunkan satu langkah kecil, sobat Lalu lihat apa yang terjadi Katakan rasamu dengan ridho Tuhan sebagai dasar Agar tak kecewa bila ia memberi penolakan
Jika memang pada kenyataan Allah tak menjadikan ia milikmu Lepaskan saja dan biarkan terbang Sebab masih banyak kisah yang harus kau pintal dalam kehidupan Yakin saja, yang terbaik yang akan tiba

pic taken from :  http://www.flickr.com/photos/krishhtine/3297715692/

WHITE LIES

Gambar
Tanya padaku seberapa jujur aku padamu Mulanya begitu Segala hal kukatakan padamu Tapi syak wasangkamu membuatku ragu Kau hilang jernih Dan jujur justru “mematikan”-mu? Mukamu yang ayu hilang disela kerucut bibirmu Serta kernyit di jidat penuh curiga
Maka sejak itu aku beralih jalan Jujurku kusimpan Kupoles dan kubingkai manis dengan sedikit kebohongan Sebab ia lebih ampuh untuk menenangkan hati yang diliputi prasangka Dan benar saja Kau tenang setelahnya Pikiranmu tak mengembara di ranah yang bukan-bukan Wajahmu cerah dibingkai senyuman Cerlang matamu kian berbinar
Maka kesimpulanku white lies itu menyenangkan

10.26, December 2, 2011
Thinking about truth and lies