Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2007

Unggahan Terbaru

PERTANYAAN ISENG UNTUK ALLAH

Gambar
Tentang diam, tentang pasrah
Air mata yang semakin deras mengalir
Basuh bias perpisahan
Dan bahagia yang tak pernah panjang usia
Mati di titik dini
Entah perpisahan beraroma apa
Meninggalkan aku lagi dalam pekat
Mengendap luka, mengendap nestapa
Seberapa jauh lagi langkah ini
Tercabik, tercampak
Aku mencintaimu yang sudah melangkah pergi
(dicuplik dari Lesbian Laki-Laki-nya Deojha, hal 181)

Iseng aku bertanya padamu, Ya Allah :
" Jika cinta kepada manusia bisa membuat luka yang demikian menganga
maka bagaimana luka yang Kau derita atas cinta-Mu yang sering terabaikan olehku dan manusia lainnya?
Meradangkah kau seperti kami-kami saat tersesat dalam rengkuhan patah hati?
Apakah kau juga ingin menuntut balasan setimpal atas cinta tulus yang tak terbalas itu?"

Bodoh benar pertanyaan itu!Aku rasa Kau tak sesempit itu, seperti aku mahklukmu yang sering mengkambinghitamkan takdir atas ketidakmampuanku. Ah, tapi aku ingin tahu..Sungguh ingin tahu

TERIMA KASIIIIIH BANGET

Gambar
aku harap kamu bahagia, tapi kok mataku berkaca-kaca
aku berusaha tersenyum membaca pujianmu di mading untuknya, tapi ternyata aku menangis sendirian
sayap-sayap itu telah terbang, dan kau yang membawanya
kemana hilangnya cahaya itu?
mungkin benar, aku hancur
satu siklus berganti
dan aku akan tegak lagi
aku, menatapmu dari jauh dan menangis dalam diam
tahukah kamu siapa aku?
hanya sesayap patah, diantara bulan yang tertutup awan
(dan setengah nyawaku hilang bersamamu)

Laga mengernyit seraya meremas kertas warna salem tanpa nama itu. " Orang iseng mana sih yang nekat ngirim kalimat rongsok gini," rutuknya sambil melemparnya ke tempat sampah. Dari balik akasia, sendu Kalia menatap Laga.
"Lagaa!" terdengar suara manja Damai memanggil Laga.
Kalia mengeluh, pelan-pelan ia surut ke belakang, membiarkan satu rasa terbang diterpa angin siang……….

Cerpen menye-menye itu buatanku, jaman dulu dan baru-baru ini jadi seru karena ada yang agak terganggu karena kalimat sendu itu. Huahhahah…