Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2009

KEPADA SANG PEJALAN JAUH PART 4

Gambar
Hari ini dimana, besok dimana. Teman milis sampai bertanya kenapa tempatnya selalu berganti tiap kali kirim berita. Sebenarnya kamu dimana? Nomaden ya? Aku tertawa, percayalah itulah yang kulakukan demi sebuah tanggung jawab yang kupegang. Hari ini di KL, besok terbang ke Bali, dan esok hari sudah ada di negeri Kiwi, sebelah Australi. Menyenangkan betul kelihatannya? Ah seringnya aku malah bosan. Rindu rumah, rindu kampung halaman acap menyesak ingin dimuntahkan tapi waktu sebanyak dua puluh empat jam terasa begitu rapat hingga sulit menyelipkan agenda pulang. Tapi kulihat kehidupanmu menyenangkan, menantang, kawan! Aku jadi iri tiap membaca kisah yang kau pampang di blogmu itu, sungguh! Oh ya? Aku malah iri melihat kehidupan sampeyan yang tenang, tidak diburu-buru pekerjaan. Tapi begitulah manusia sawang-sinawang, selalu melihat rumput tetangga lebih hijau ya kan? Ahahahaha, apa kabarnya kopian di pojokan jalan? Sampaikan salamku pada si empunya kopian, kalau kopi buatannya kurinduka…

KEPADA SANG PEJALAN JAUH PART 3

Gambar
KUPU-KUPU DI ATAS KAPAL

19 April, sepanjang penyeberangan Gilimanuk-Ketapang… Zwing! Mata-mata mahkluk berjenis kelamin pria mendadak terfokus ke satu titik saat seorang perempuan berpenampilan menyegarkan memasuki ruangan. Sihir! Semua orang seolah terpaku saat menatapnya berjalan. Saya tertawa diam-diam menyadari mengapa pria-pria seperti saya enggan menundukkan pandang. “ Sungguh, meski sampeyan tidak menyodorkan senyum menggoda, tapi rok mini yang sampeyan kenakan benar-benar sulit dilewatkan mata,” batin saya sambil menatap kagum pada sepasang kaki jenjang yang tengah berjalan mencari-mencari tempat duduk yang nyaman. “ Coba ya tiba-tiba dia duduk di sebelah ini,” pikir saya tanpa melepas pandangan ke arahnya. “ Maaf…disebelah Mas, kosong ya?” saya mendongak, setengah gelagapan karena ia datang sebelum saya sempat mengalihkan pandang. ” Ii…iya,” jawab saya salting sambil beringsut memberinya tempat duduk. Dalam kesempatan itu, lewat ekor mata, sempat saya menangkap waj…

KEPADA SANG PEJALAN JAUH PART 2

Gambar
Apa yang kau lihat dari balik kameramu, pejalan jauh? Sebuah keindahankah yang terbetik di kepalamu tatkala menatap kemesraan di wajah seorang ibu saat anaknya lahap menyusu? Apakah pemandangan itu tak menerbitkan rasa rindumu? Untuk pulang sejenak merebahkan kepala di pangkuan bunda dan bercengkrama dengan ayah tercinta? Kau hanya tersenyum saja, melenggang lalu tak menjawab tanyaku.
Di satu sudut jalan kau hentikan langkah merasakan denyut kota yang kini jarang kau ambah. Teringatkah kau pada sesuatu? Saat kau dan ia mencuri waktu, duduk berdua seraya makan jagung bakar bersama, melampiaskan rasa? Waktu-waktu telah menggerus bayangnya yang dulu pernah bertanya ,” Kenapa kau selalu tak punya waktu untukku?”
Duduk diam di depan laptop mahal (keluaran terbaru dengan spec luas), hasil kerja keras, wajah itu pun muncul di layar. Kau terpaku, mengingat hari-hari dimana kau pernah menghabiskan waktu dengan seseorang yang kini entah dimana. Ia yang pernah kau tumpahi rasa, dalam satu kisah…