Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2013

Unggahan Terbaru

Pelajaran Gratisan Dari Mereka Yang Bersikap Tak Menyenangkan Saat Diberi Daging Kurban

Gambar
Hari raya Idhul Adha selalu membawa cerita tersendiri untuk masing-masing keluarga. Termasuk keluarga saya. Dulu sewaktu kecil, rumah kami jarang kebagian daging kurban. Sampai-sampai bertanya pada Bapak ,"Orang-orang dapat, kok kita nggak dapat, Pak? Kenapa?" Bapak menanggapinya dengan bijak. Mengatakan mungkin karena kami sudah dianggap mampu, jadi tidak mendapatkannya. Sebagai gantinya Bapak akan membeli daging sendiri, lalu dimasak gulai dan sate sebagi pelipur hati kami.
Tahun berlalu dan kami sudah dewasa. Perkara dapat atau tidaknya daging kurban sewaktu Idhul Adha tak membuat kami risau atau pusing kepala. Dapat syukur, tidak pun syukur. Toh, masih banyak orang yang lebih membutuhkannya. Begitu hemat kami.
Dan Idhul Adha tahun ini, rejeki melimpah bagi kami. Di luar dugaan kami mendapatkan daging kurban yang jumlahnya lumayan. Padahal tahun-tahun sebelumnya biasa saja. Dapat tetapi tidak sebanyak tahun ini. Tak semua dimasak, setelah dibuat satai dan bakso sisanya…

IMPIAN, SETELAH LAMA BERSELANG

Gambar
Belum bisa membaca dan menulis waktu orang tuaku mengenalkan Jaya Baya. Aku tidak mengerti apa isinya, pokoknya seru saja melihat gambarnya. Saat aku mulai lancar membaca majalah berbahasa Jawa itu menjadi salah satu favoritku. Aku akan berebutan dengan orang tuaku untuk membacanya. Aku kadang kesal kalau keduluan. Berarti akan lebih lama bagiku untuk bisa membaca rubrik kesukaanku, Taman Putra. Isinya cerita kanak-kanak.

Kadang karena tidak sabar aku jadi mengganggu mereka, bertanya bolak-balik kapan selesai bacanya. Tentu saja orang tuaku jadi kesal, karena keributan yang kulakukan. Hahaha, lucu ya. Tapi begitulah aku, jika sudah menyangkut bacaan selalu egois. Aku jadi yang paling duluan membacanya.


Berawal dari membaca aku jadi bercita-cita ingin menulis cerita juga. Aku mencobanya. Tapi setiap kali mencoba, aku menghapusnya. Jelek banget kata-katanya. Siapa juga yang mau membaca? Pikirku.

Lalu masa kanak-kanak berganti begitu cepat. Aku menjadi remaja, yang lebih sibuk dengan t…