Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2017

KADALUWARSA

Gambar
Sudah jamak bagi saya menerima pertanyaan “Kapan nyusul, “Kapan nikah?”, “Mana calonnya?” karena orang melihat kesendirian saya. Saya jarang mempermasalahkan atau memasukkan ke hati, apalagi sampai mendendam pada si penanya. Tapi, bukan berarti saya tak pernah marah. Pernah. Ketika itu kesendirian saya dijadikan bahan olokan oleh seorang rekan kerja. Ia mengatakan saya kadaluwarsa, tak ubahnya susu basi yang teronggok di pojok gudang tempat saya bekerja (sekarang sudah ex). Nadanya yang sinis sangat menyakiti perasaan. Jika menuruti emosi maka saya akan melempar printer LQ 2170 didepan saya sekaligus mejanya. Sudah terbayang di mata saya betapa menyenangkannya melihat orang itu tersungkur sambil mengaduh-aduh kesakitan. Itu akan sangat memuaskan bukan? Tetapi kebalikan dari hati, sayajustru tidak melakukan apapun. Saya biarkan orang itu dan kata-katanya berlalu, tak mengijinkan kata-kata buruknya menyentuh hati saya. Seujung pun. Sederhana. Karena sayatidak kadaluwarsa. Kadaluwarsa bagi…

MINIM SPONSOR DAN DANA, PAGELARAN MAKARYA BERHASIL DIHELAT DENGAN GOTONG ROYONG SEMATA

Gambar
Gotong royong merupakan budaya bangsa yang sarat akan nilai luhur. Diwariskan secara turun temurun, budaya satu ini berakar kuat di pedesaan dan menjadi kepribadian bangsa. Banyak manfaat dari aktivitas ini, salah satunya menjalin kebersamaan dan mengeratkan hubungan emosional antar warga yang pada akhirnya berujung pada persatuan. Sayangnya, aktivitas positif ini mulai tergerus jaman. Seiring perkembangan yang terjadi belakangan, gotong royong lambat laun mengalami pergeseran. Gotong royong tak lagi kental akibat pengaruh modernisasi pada bidang ekonomi, sosial, budaya, dan gaya hidup masyarakat kita. Sebuah konsekuensi yang mau tak mau harus ditanggung karena masyarakat yang semula bersifat tradisonal menjadi lebih modern seperti sekarang. Gotong royong di masa kini lebih bersifat formal dengan pemberian upah berupa uang. Berbeda dengan gotong royong di masa lampau, di mana segenap masyarakat bahu-membahu secara sukarela tanpa mengharap imbalan, Akan tetapi, baru-baru ini masyarakat …

Memahami Kenapa Dia Memilih Bertahan dan Bukannya Bercerai

Gambar
Sebagai tukang dicurhatin, saya terbiasa mendengar beragam topik pembicaraan. Mulai dari anak pilek, sengkring-sengkring usai sectio caesarea, sampai masalah rumah tangga yang bikin mulas pendengarnya. Widiiih, untuk ukuran nona-nona yang tidak pengalaman soal rumah tangga (tangga rumah sih paham ya) itu perkara yang berat juga. Gara-gara itu pula banyak orang “nuduh” saya belum menikah itu karena jiper dengar banyak orang curhat masalah rumah tangga. Lha gimana, wong masalah rumah tangga itu biasanya pelik bin ruwet jaya. Tapi, swear deh kakak, saya belum menikah hanya karena belum saja. Ya, seperti rejeki dan mati begitu pun jodoh. Meski saya sudah menjolok langit dengan doa, alhamdulillah masih diberi kesendirian hingga sekarang (ihiiir...).
Eits, back to topic...Soal curhat rumah tangga. Saya pernah dapat curhatan teman yang mengalami KDRT. Semua orang bilang dia goblok karena tak mau meninggalkan suaminya. Masa, pria macam itu kok dipelihara. Yang ada cuma bikin sakit dada dan sak…