Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2015

AKHIR TAHUN MENJELANG, WAKTU YANG TEPAT MENSYUKURI KEMALANGAN

Gambar
Tinggal sehari lagi, tahun baru akan datang. Lalu orang berbondong-bondong merayap ke berbagai titik keramaian, menyaksikan pergantian tahun dengan berbagai cara. Sekedar duduk nongkrong dengan teman, makan-makan, atau bahkan larut dalam pertunjukan seni yang diselenggarakan tanggal 31 malam.
Di sosial media, tak kalah ramai orang menyambut tahun yang akan datang. Beragam status dilontarkan. Kebanyakan berisi resolusi tahun depan dan pencapaian tahun sekarang. Menyenangkan membaca yang paling belakang. Lewat berbagai ucapan syukur kepada Tuhan atau serangkaian foto kompilasi keberhasilan yang diraih sepanjang 2015 mereka mengekspresikan kegembiraan.
Saya jadi tergerak untuk menuliskan ucapan selamat di bawah status mereka. Tetapi, ada yang janggal dengan saya. Tangan saya terhenti menyaksikan orang-orang “memamerkan” kebolehannya. Ya, ya...tiba-tiba saya merasa tidak bahagia, meski sungguh saya tidak menginginkannya. Itu membuat “air diminum rasa duri, nasi dimakan rasa sekam” alias tid…

BULAN-BULAN TERAKHIR BERSAMA IBU

Gambar
Memandang foto ibu dan bapak di tembok ruang, memang terasa timpang. Bukan karena letaknya yang miring atau kurang sesuai dengan estetika ruang. Bukan. Melainkan karena ketiadaan ibu karena berpulang tanggal 13 September silam. Mengingat jauh ke belakang, hubungan saya dan ibu dalam konteks anak dan orang tua sedari kanak-kanak tak luput dari kesalahpahaman. Seperti ombak ada kalanya pasang datang dan kami kerap berbeda pendapat tentang segala hal. Bergesekan keras meski ujungnya kembali tenang. Seperti laiknya pantai kala ombak telah surut.
Terlahir sebagai anak pertama, saya memiliki kecenderungan keras kepala dan bersikap blak-blakan. Sejak kecil saya memiliki pemikiran sendiri atas banyak hal. Tidak bisa diatur-atur atau disuruh seperti gadis kecil yang manis dan penurut. Itu bukan saya banget. Mungkin karena itulah penyebab saya dan ibu kerap bergesekan. Meski begitu, boleh dikatakan hubungan saya dan ibu tergolong aman. Dalam artian komunikasi kami berjalan baik. Tidak ada hambata…

KETIKA BLOGGER TETANGGA TAMPAK LEBIH HIJAU

Gambar
Satu ketika, mendadak jadi ngilu melihat syarat tawaran kerjasama untuk blogger seperti di bawah ini : 1.Blog dengan domain pribadi 2.Blog Aktif 3.Usia domain minim 2 tahun 4.DA minim 20 5.Memiliki PR minimal 2 6.CF minimal nganu 7.Memiliki TF minimal nganu 8.PA minimal nganu 9.MozRank diatas nganu 10.MozTrust minim nganu *semakin berkunang-kunang membaca nomer 6-10
Hari lainnya, mendadak gegana (gelisah, galau, merana) melihat blogger-blogger tetangga terlihat hijau dipandangan mata. Saban kali melongok sosial media selalu mendapati mereka pamer prestasi terbarunya. Ada yang baru saja menang lomba blog berhadiah puluhan juta, ada yang dapat job review menggiurkan, ada yang baru panen google adsense-nya, ada yang pamer Alexa Rank ramping dan viewer yang sehari bisa ribuan orang. Sementara blog sendiri tak ubahnya padang yang rumputnya tumbuh jarang-jarang. Tidak segar! Nge-blog sudah cukup lama prestasi tidak naik-naik juga. Beberapa kali ikut lomba tak satu pun juara. Berusaha dapat job review …

ALTITUDE 3088 : MENGHIBUR DAN MEMBERI WAWASAN

Gambar
Judul buku: Rengganis: Altitude 3088 Penulis:Azzura Dayana Tahun terbit: Cetakan pertama, Agustus 2014 ISBN:978-602-1614-26-6 Ketebalan: 232 halaman Penerbit:Indiva Media Kreasi Ukuran:20 cm Harga buku:Rp 46.000,00

Mengusung tema pendakian, novel ini memangmenyajikan petualangan menjejaki gunung sedari awal. Tidak sekedar tempelan untuk mempermanis cerita dengan sisi romantis yang menjadi topik utama. Dibuka dengan prologyang beraroma misteri, Azzura Dayana menarik rasa penasaran pembaca untuk membaca bab-bab berikutnya. Tidak dipungkiri Yana, demikian ia dipanggil, piawai melukiskan keindahan yang ditemui sepanjang pendakian. Sehingga anda selaku pembaca seolah-olah berada diarea yang sama ketika para tokohnya merambahi Cikasur, Cisentor, Rawa Embik, hingga Taman Hidup di pegunungan Argopuro.


Adalah Dewo, karyawan pabrik yang gemar keluyuran ke alam di kala senggang. Petualang sejati yang selalu dianggap sebagai ketua tim dalam pendakian. Fathur, wartawan berpostur kurus tinggi yang sudah men…

ENAM HAL YANG BISA DILAKUKAN SAAT TEMAN MENGALAMI PERCERAIAN

Gambar
Tak dipungkiri perceraian bisa menjadi sesuatu yang tragis dan menyakitkan bagi pasangan manapun. Sebagai teman, tak jarang anda ingin membantunya. Tetapi alih-alih membantu apa yang anda lakukan justru bisa menjadi bumerang jika salah melakukan pendekatan. Berikut ini 6 hal yang bisa dilakukan saat teman mengalami perceraian : 1.Menjadi Pendengar Yang Baik Biarkan ia mengeluarkan semua uneg-unegnya. Mungkin anda akan bosan karenanya. Sebab ia bisa mengulang cerita yang sama berhari-hari lamanya.Tetapi memang begitulah situasinya. Tunggu saja hingga ia tenang. 2.Tidak menghakimi Salah satu hal yang harus anda hindari adalah mencela atau menghakimi. Percuma saja anda melakukannya, bahkan meski dia memang benar-benar salah. Jika ini dilakukan yang ada justru penyangkalan dan kemarahan yang membesar. Alhasil tujuan anda membantunya tidak tercapai.