Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2016

BELAJAR NULIS NONFIKSI? YUK DIMARI!

Gambar
Sedari kecil saya hanya suka membaca. Saya menikmati prosesnya, memilih buku di perpustakaan, meminjam (karena saya dulu tak punya uang untuk beli), membawanya pulang, membaca di balik selimut sampai kantuk datang, lalu esok harinya tersenyum senang karena sudah menamatkan kisah yang menyenangkan. Ketika akhirnya saya berhasil menelurkan beberapa antologi, tiga buah novel remaja bersama dua orang teman, saya menyadari itu lompatan yang besar. Andaikata saya tidak membaca mungkin hal itu takkan terjadi pada saya.
Saya tidak tahu seperti apa kelak karya saya dikenang orang. Yang saya tahu ketika menulis “suara saya takkan padam”, walaupun sudah meninggal. Persis seperti apa yang Pramoedya Ananta Toer katakan.

 Belakangan dari menulis fiksi saya mulai belajar menulis non fiksi. Satu atau dua dimuat di majalah. Lainnya

BELAJAR HAL-HAL BIJAK DARI SEBUAH BUKU ANAK? KENAPA TIDAK?

Gambar
Namanya cerita anak, isinya pasti seringan bobot bukunya. Alurnya sederhana, begitu juga tutur katanya. Tentu saja hanya cocok untuk kanak-kanak, tetapi tidak untuk orang dewasa. Sebenarnya tidak juga. Meski diperuntukkan untuk anak, pesan-pesan bijak di dalamnya ternyata masih mengena untuk kita yang sudah dewasa. Bisa jadi pengingat bagaimana seharusnya bersikap dalam keseharian, seperti yang tertera berikut ini : 1.Tanggung jawab Apa jadinya jika seseorang lupa pada tanggung jawab atau sengaja mengabaikannya karena hal tertentu? Runyam bukan? Pesan-pesan kecil tersebut terselipdiantara deretan kalimat cerita Buku Pintar yang Hilang.

2.Jangan mudah berprasangka Berprasangka? Boleh saja! Tetapi harus dibuktikan dulu. Itu yang ingin disampaikan oleh tokoh-tokoh dalam cerita Mencari Gigi Palsu, Misteri Pecahan Kaca, dan juga Pencuri Uang Palsu.






LASER TONER BLUEPRINT BIKIN KONSUMEN MERASA YAKIN

Gambar
Sejak metode cetak pertama kali diperkenalkan oleh Johannes Gutenberg pada tahun 1450-an, mesin cetak (printer) telah mengalami perkembangan pesat. Tak lagi menggunakan teknik engraving seperti dulu, kini mesin cetak telah menggunakan teknologi laser. Mesin penemuan Gary K. Starkweather ini akan mengubah data (teks atau gambar) yang akan dicetak dalam bentuk bitmap, lalu memindahkannya secara elektrostatik, dan dengan bantuan panas dari fuser partikel-partikel toner (tinta bubuk) akan dilelehkan sehingga terikat pada kertasselama proses pencetakan.
Laser Printer Lebih Unggul dibanding Printer Ink-Jet Dibanding dengan laser printer, harga printer ink-jet memang jauh lebih murah. Sayangnya printer ini hanya mampu mencetak hingga 500 halaman, itupun tergantung seberapa berat proses pencetakan per-lembar-nya. Bila head-nya tersumbat atau kering, ink cartridge bisa berhentibekerja di tengah-tengah proses pencetakan. Tentu saja hal ini tidak menguntungkan bagi perusahaan/institusi yang setiap…