Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2010

Unggahan Terbaru

Pelajaran Gratisan Dari Mereka Yang Bersikap Tak Menyenangkan Saat Diberi Daging Kurban

Gambar
Hari raya Idhul Adha selalu membawa cerita tersendiri untuk masing-masing keluarga. Termasuk keluarga saya. Dulu sewaktu kecil, rumah kami jarang kebagian daging kurban. Sampai-sampai bertanya pada Bapak ,"Orang-orang dapat, kok kita nggak dapat, Pak? Kenapa?" Bapak menanggapinya dengan bijak. Mengatakan mungkin karena kami sudah dianggap mampu, jadi tidak mendapatkannya. Sebagai gantinya Bapak akan membeli daging sendiri, lalu dimasak gulai dan sate sebagi pelipur hati kami.
Tahun berlalu dan kami sudah dewasa. Perkara dapat atau tidaknya daging kurban sewaktu Idhul Adha tak membuat kami risau atau pusing kepala. Dapat syukur, tidak pun syukur. Toh, masih banyak orang yang lebih membutuhkannya. Begitu hemat kami.
Dan Idhul Adha tahun ini, rejeki melimpah bagi kami. Di luar dugaan kami mendapatkan daging kurban yang jumlahnya lumayan. Padahal tahun-tahun sebelumnya biasa saja. Dapat tetapi tidak sebanyak tahun ini. Tak semua dimasak, setelah dibuat satai dan bakso sisanya…

NOVEMBER RAIN

Gambar
November rain, November rain
Something has missing
My heart has stolen by him
But he wasn’t feel the same

November rain, November rain
What should I do to kill the pain
Should I run to catch the wind?
Then ask it to blow my blue feelin’

November rain, November rain
Help me to forget him
Erase him on my mind
As if I never knew him


25 February 2010, 06:08
Thanks to Jera (Agnes Monica), Kekasih Sejati (written by Yovie Widianto)

Ihaaa! Tadinya pengen bikin flash fiction tapi kok berubah jadi puisi?
Gak betul ini, tapi udah jadi. So flash fictionnya besok lagi.
Dedicated to you, just you...
Bercanda ding...ini buat semua orang, yang dibaca pas lagi senang. Jangan pas lagi patah arang, ditinggal pacar, dan segala sesuatu yang berhubungan...biar nggak ngeluarin mata air eh air mata tiga hari tiga malam lamanya. Capek tauuu...Big hug for you ya!

pic taken from http://www.belindapeters.com/

READING ABOUT SURFING

See, i lost my capability in english. I never use it anymore since 2005. Sometimes Anin's mom talk to me in english, but not often. It happens if I come to her house. How pity I'am.Puff!!
But I push my self to read english literature since i have a purpose to continue my old story. It was about surfer girl.
And you know what, i laugh after read surfing handbook. OH MY GOD! I dont know the meaning exactly. I dont understand a lot of words, guys? So i just guess what's the meaning!
Huahahaha. But its ok. I think i should go forward, and never stop to do it. This handbook
gives me a good lesson actually. And what about you? Is your english better now? Or worst?

*kalo ada salah tulis, kesalahan bukan pada mata anda tapi kekurangan saya

BUKAN SUAMI SESEORANG-DAMN VALENTINE!! part 1

Gambar
KEA Dua hari yang lalu…. Hari berhujan ketika aku datang ke Pengadilan Agama. Kulihat di depan ruang sidang Lea datang diantar oleh ayah dan adiknya, mengenakan baju hitam berenda kesayangannya. Kerudung hitam berenda ia sampirkan, sementara matanya ditutupi kacamata hitam lebar. Sekilas kami berpandangan, bibirnya membuka seolah hendak berkata tetapi aku justru memalingkan pandang kearah lantai warna terakota di bawah sepatuku. Sejurus kemudian kami memasuki ruang sidang. Dengan segala bla-bla-bla dan kebosanan aku berharap sidang cepat diakhirkan. Lalu detik-detik menentukan pun datang. Ketukan palu Hakim terdengar, satu tanda bahwa aku dan Lea telah syah berpisah di tengah jalan, satu hal yang tak pernah kuimpikan sejak awal pernikahan. Semua berawal di bulan keenam pernikahan kami sewaktu selentingan tengan perselingkuhannya mula kudengar. Rasa marah yang menggelegak akibat berita itu benar-benar menyiksa perasaan. Tetapi logika sehatku masih berjalan. Aku harus punya…

HEI, KEMANA PERGINYA SEMANGATKU?

Lemah, letih, lesu. Itu gejala kekurangan vitamin S (Semangat). Melemahkan bank imajinasi dan operasi bank kata-kata. Segala daya dikerahkan tapi malah mogok jadinya. Seperti mobil tua kehabisan tenaga, aku kelelahan menangkap huruf dan kata yang melompat-lompat susah ditangkap.
Come on, come to me baby. Help me, please. Kataku pada mereka, tapi yang terdengar malah tawa mengejek dimana-mana. Tak menyerah aku memencet keyboardku. Hanya saja huruf dan kata kian susah ditangkap. Larinya kian cepat, dan aku pontang-panting mengikat mereka erat dalam rangkaian cerita. Usai kejar-mengejar kusadari cerita lucu yang hendak kusampaikan malah berganti dng kalimat panjang, lukisan kepedihan.
Apa yang terjadi padaku, karena engkaukah itu? Samurai yang pergi tanpa tanda, dan membuatku kehilangan keinginan pada setiap tangan yang mengulurkan perhatian. Karena kamukah itu? Hingga aku kehilangan rasa humor dan kegokilanku?
Fuh, dont know what to do

*iseng pas mata berat, susah diangkat, tapi kerj…

RINDU MENGAJI

Sejak tiga bulan silam, tepatnya bulan november aku berhenti ngaji, kegiatan yang selama ini biasa kulakukan sepulang kerja (biasanya ngajinya mulai jam 6 petang). Mulanya karena sibuk perkara kerjaan. Lalu jadwal mengaji yang bentrok dengan kegiatan baru, yaitu olah raga sebanyak tiga kali seminggu. Tadinya mikir ngaji dan olahraga bisa jalan barengan. Selain sehat badan sehat jiwa dan tambah ilmu agamanya. Eh prakteknya sulit terlaksana. Mau pindah jam olahraga yang jam empatan, kelelahan. Akhirnya bagi-bagi hari. Belakangan karena hujan dan teman-teman ngaji di baitul munir mulai bubar jalan, tinggal sekitar lima ekoran, akhirnya aku pun ikut bermalas-malasan. Sampai sekarang.

And you know what, aku justru merindukan suasana di tempat mengaji itu sekarang, setelah tidak belajar lagi disitu. Aneh, padahal dulu malah kebalikan. Ditengah ngaji malah pengen pulang merebahkan badan yang kecapekan. Sekarang saat waktu merebahkan badan terbuka lebar eh nyatanya malah bingung cari kegiata…

PEJALAN JAUH PART 9

Lama tak mendengar kabarmu, Pejalan Jauh. Ternyata aku sudah ketinggalan banyak berita seberapa jauh engkau telah tumbuh. Kudengar jejak langkahmu kian mantap. Goresan-goresannya prestasi yang kau bangun berkembang, menyeruak diantara segenap banyak orang yang berkemauan. Kau memang hebat, Pejalan Jauh. Kau selalu tak mudah menyerah, maju terus pantang mundur demi sepotong cita-cita yang kau gantungkan setinggi bintang.
Tetapi menyaksikanmu bersimpuh di hadapan Tuhan, jauh lebih mengesankan ketimbang berita kesuksesanmu yang sering terdengar. Kau tampak menyatu dan jauh dari kesan sulit dijangkau saat berhadapan dengan Sang Pencipta Alam. Seluruh kesah kau haturkan dalam nada lirih penuh perasaan.
Kau sama sekali tak tampak garang, tapi justru kesan lembutlah yang tersembul jika demikian. Betapa berbedanya engkau kini, Pejalan Jauh. Tak sama lagi seperti lelaki kecil yang kutemui beberapa tahun lalu.
Ingatkah kamu ketika syair-syair patah hati merasukimu. Kau jadi sedemikian sentiment…